Komunikasi Pariwisata
Komunikasi Pariwisata
Pertemuan 3, Kamis, 26 Februari 2026.
Resume (P-3):
Pertemuan ketiga mata kuliah Komunikasi Pariwisata membahas sejarah perkembangan pariwisata Indonesia sejak masa pra-kolonial hingga era digital. Pada masa kerajaan seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, aktivitas perdagangan rempah menjadi cikal bakal mobilitas yang menyerupai pariwisata, dengan peninggalan seperti Petirtaan Jolotundo di Mojokerto sebagai daya tarik sejarah. Pada masa kolonial, promosi Hindia Belanda dilakukan melalui tokoh seperti Walter Spies lewat film Island of Demons serta organisasi VTV di Batavia. Perkembangan berlanjut pada era kemerdekaan melalui pembentukan lembaga pariwisata nasional, restorasi situs seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, hingga promosi internasional Visit Indonesia (1991). Secara kelembagaan, pariwisata semakin kuat dengan lahirnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengintegrasikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Materi juga menyoroti perkembangan transportasi dan infrastruktur seperti Bandara Ngurah Rai di Bali, pertumbuhan kawasan Nusa Dua, serta dinamika destinasi populer seperti Pantai Kuta dan Taman Mini Indonesia Indah. Tantangan besar yang dihadapi meliputi krisis ekonomi 1998, Bom Bali, tsunami Aceh, hingga pandemi COVID-19 yang berdampak global. Isu kontemporer di Bali mencakup ketimpangan manfaat ekonomi bagi pelaku lokal, kepemilikan bisnis oleh asing, serta etika wisatawan di tempat suci. Di era digital, promosi pariwisata semakin terintegrasi dengan platform daring, ulasan online, dan peran content creator. Dalam pertemuan ini Ibu dosen juga menyampaikan bahwa nantinya projek UTS / UAS berupa pembuatan konten promosi destinasi daerah masing-masing mahasiswa.
Komunikasi Pariwisata
Pertemuan 2, Kamis, 19 Februari 2026.
Resume (P-2):
Materi ini membahas Komunikasi Pariwisata sebagai fondasi industri untuk menyampaikan informasi, edukasi, dan persuasi kepada wisatawan. Fokus utama terletak pada bagaimana komunikasi efektif dapat membangun citra positif dan meningkatkan kepuasan pengunjung melalui pengelolaan komponen 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Ancillary).
- Jenis Wisata: Meliputi wisata alam, budaya (tradisi/ritual), buatan (museum), dan minat khusus (edukasi/kerajinan).
- Tantangan Lapangan: Diskusi menyoroti isu keadilan akses bagi wisatawan, komersialisasi lokal yang berlebihan, hingga pentingnya transparansi regulasi pemerintah.
- Digital & Teknologi: Pemanfaatan media sosial (TikTok), storytelling, dan AI sebagai strategi promosi modern untuk menjangkau audiens lintas budaya.
- Output Matakuliah: Mahasiswa ditargetkan mampu merancang proyek promosi destinasi wisata di daerah masing-masing secara efektif.
Komunikasi Pariwisata
Pertemuan 1, Jumat, 13 Februari 2026.
Resume (P-1):
Tidak ada komentar:
Posting Komentar