Teori Komunikasi
Teori Komunikasi
Pertemuan 5, Senin, 6 April 2026.
Resume (P-5):
Pada kesempatan ini, beberapa mahasiswa mempresentasikan progres pengerjaan proposal mereka sekaligus mengulas landasan teori yang relevan dengan judul serta latar belakang dari draf yang telah disusun. Pemaparan tersebut tidak hanya menunjukkan pemahaman awal, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji kesesuaian antara konsep teoritis dan permasalahan yang diangkat.
Dalam sesi diskusi, Ibu dosen memberikan sejumlah masukan penting, khususnya terkait kecermatan dalam memilih teori yang tepat. Hal ini ditekankan agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan di tahap penyelesaian nantinya, serta mampu menjaga konsistensi dan kedalaman analisis dalam penelitian yang akan dilakukan.
Teori Komunikasi
Pertemuan 4, Senin, 9 Maret 2026.
Resume (P-4):
Pertama, tradisi semiotik yang memandang komunikasi sebagai sistem tanda, menjelaskan perbedaan antara penanda (bentuk fisik yang dapat dilihat/didengar seperti lampu merah), petanda (konsep atau makna yang dirujuk seperti "berhenti"), dan simbol (tanda yang maknanya disepakati secara sosial dan budaya seperti Garuda sebagai simbol Indonesia). Diskusi juga mencakup bagaimana simbol-simbol di media sosial seperti emoji, meme, dan stiker merupakan bagian dari kajian semiotika karena memiliki makna yang disepakati bersama, meskipun interpretasi yang salah dapat menyebabkan kesalahpahaman.
Kedua, tradisi retorika yang membahas komunikasi persuasif melalui tiga unsur utama menurut Aristoteles: ethos (kredibilitas pembicara), pathos (kemampuan menyentuh emosi audiens), dan logos (argumentasi logis). Lima fokus kajian retorika meliputi public speaking, argumentasi, persuasi, gaya bahasa, dan analisis wacana publik seperti pidato politik atau ceramah agama. Pendekatan ini dapat digunakan untuk meneliti tokoh-tokoh publik, penceramah, atau politisi dengan menganalisis kredibilitas, daya tarik emosional, dan logika argumentasi mereka.
Pertemuan mengalami gangguan teknis yang menyebabkan sesi terhenti sebelum membahas tradisi kritis secara lengkap.
Teori Komunikasi
Pertemuan 3, Senin, 2 Maret 2026.
Resume (P-3):
Pembahasan menekankan bahwa teori merupakan fondasi epistemologis dalam penelitian, bukan sekadar pelengkap. Teori didefinisikan sebagai perangkat konsep dan hubungan logis antarvariabel yang disusun secara sistematis untuk menjelaskan, memahami, dan memprediksi fenomena. Lima fungsi utama teori meliputi: sebagai landasan kontekstual (menentukan definisi operasional, membatasi ruang lingkup, dan menghindari bias), sebagai kerangka berpikir (memberi arah logis dan menjelaskan hubungan sebab-akibat), sebagai pengarah hipotesis (memberi dasar rasional dan arah hubungan variabel), sebagai penjelas fenomena (mengidentifikasi pola dan mekanisme sosial), serta sebagai dasar interpretasi data (memberi makna pada hasil statistik dan menguji kesesuaian temuan dengan teori). Hubungan teori dan penelitian bersifat siklik: teori melahirkan penelitian, penelitian menghasilkan temuan, dan temuan memperkaya atau merevisi teori.
Dalam diskusi kasus penelitian tentang pabuan pada tradisi Bali, mahasiswa diarahkan menggunakan perspektif komunikasi simbolik, komunikasi ritual, atau semiotika untuk menganalisis makna pabuan sebagai media komunikasi nonverbal. Disarankan agar penelitian difokuskan pada satu jenis upacara tertentu, menggunakan sumber literatur seperti lontar atau kitab suci, serta melakukan wawancara terstruktur dengan narasumber yang berpengalaman. Data wawancara perlu diolah menjadi bahasa ilmiah dan dianalisis menggunakan teori yang dipilih. Ditekankan pula kesalahan umum mahasiswa, seperti mencantumkan teori tanpa menggunakannya dalam analisis, mengabaikan temuan negatif, dan menyusun proposal tanpa konsep matang. Mahasiswa didorong sejak awal perkuliahan untuk peka terhadap fenomena sebagai bekal penelitian di semester lanjutan.
Teori Komunikasi
Pertemuan 2, Senin, 23 Februari 2026.
Resume (P-2):
Ciri utama teori meliputi konsistensi, koherensi, kemampuan prediksi, serta sifatnya yang dapat dikembangkan (instansi) tanpa menghilangkan konsep dasarnya. Dalam konteks akademik, khususnya komunikasi Hindu, mahasiswa didorong untuk berani mengangkat topik penelitian yang relevan dengan fenomena sosial, budaya, atau ritual keagamaan (seperti komunikasi transendental) dengan memastikan bahwa data di lapangan mudah diakses dan relevan dengan teori yang digunakan agar skripsi dapat diselesaikan secara tepat waktu dan akuntabel.
Teori Komunikasi
Pertemuan 1, Senin, 9 Februari 2026.
Resume (P-1):
Tidak ada komentar:
Posting Komentar